Perkembangan dan Penerapan Bahasa Indonesia

Rabu, 28 September 2011
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi penduduk Republik Indonesia yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari berlaku untuk setiap masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia sendiri merupakan bahasa kesatuan bahasa RI juga merupakan bahasa formal. Tata bahasa Bahasa Indonesia sebenarnya sangat mudah tapi  perlu pemahaman yang baik karena bagian yang sulit dalam bahasa ini adalah memahami suatu pernyataan. Kadang bagi sebagian pelajar menganggap bahwa Bahasa Indonesia sangatlah mudah tetapi mereka tidak tahu bagaimana memahami Bahasa Indonesia itu dengan baik dan benar. Seolah-olah mereka menganggap remeh padahal Bahasa Indonesia itu bahasa Resmi penduduk RI.

Dizaman era globalisasi, menurut pandangan saya bahwa perkembangan Bahasa Indonesia saat ini cukup dipertimbangkan karena adanya beberapa faktor. Faktor yang dimaksud yaitu faktor intern maupun faktor ekstern. Faktor intern sendiri adalah faktor yang dipengaruhi dari lingkungan dalam atau masih di naungan RI. Faktor ini disebabkan karena banyak bermunculan bahasa baru seperti yang kita ketahui semacam bahasa gaul dan bahasa alay. Bahasa gaul itu merupakan bahasa pergaulan yang sering digunakan sama kalangan ABG (Anak Baru Gede) .Bahasa gaul pada umumnya digunakan sebagai sarana komunikasi di antara remaja sekelompoknya selama kurun tertentu. Hal ini dikarenakan, remaja memiliki bahasa tersendiri dalam mengungkapkan ekspresi diri. Dengan seiringnya waktu perubahan di zaman sekarang sangat melesat bahkan bahasa gaul pun ikut mengalami perubahan. Anak muda acapkali mengucapkan bahasa ini tidak melihat situasi maupun kondisi sehingga orang awam pun mengerti maksud apa yang mereka ucapkan. Tapi bahasa ini masih dapat dianggap wajar karena dengan perubahan zaman. Bagi kalangan orang tua menganggap bahwa bahasa ini sangatlah membawa dampak negatif bagi anak-anak mereka karena berpotensi merusak anak mereka akan lebih mengetahui kata-kata yang tidak pantas dia tahu. Makanya orang tua sangat mengkhawatirkan anak mereka agar anak-anaknya tidak terjerumus dengan pemakaian bahasa gaul.

Sebaliknya bahasa alay atau sering kita dengar "anak layangan" ada juga yang mengatakan "anak lebay". Saya juga tidak tahu apa sebenarnya arti dari anak alay. Tapi yang pasti masih didominasi sama anak muda. Bahasa alay yang kian banyak digunakan oleh generasi muda Indonesia ini hanya punya syarat mengancam dan merusak bahasa Indonesia jika digunakan pada media yang tidak pada tempatnya. Awal dari bahasa alay ini menurut saya dari kita mengirim pesan singkat atau SMS dimana yang seharusnya sms itu dikirim panjang tetapi malah disingkat. Harusnya huruf diganti dengan angka ataupun dengan tulisan yang bisa dikatakan naik turun. Jadi kita bingung membacanya dan maksud dari sms itu. Bukan saja di pesan singkat tetapi di jejaring sosial masih ada saja yang menggunakan bahasa alay. Saya sendiri saja risih dan tidak suka melihat ataupun membacanya.

Disisi lain, ada juga yang disebabkan dari faktor ekstern. Faktor ini disebabkan karena pengaruh budaya asing yang masuk ke negara Indonesia yang membuat adanya penambahan kosakata baru ataupun bahasa asing baru. Sebab produktivitas bule di Indonesia yang semakin meningkat maka penggunaan Bahasa Indonesia pun sedikit digunakan. Tapi faktor ini terlalu memicu penggunaan Bahasa Indonesia.

Inti dari pernyataan diatas bahwa perkembangan Bahasa Indonesia masih mendominasi dibandingi bahasa yang lain dan Bahasa Indonesia harus dprioritaskan. Karena sebagai penerus bangsa kita harus memberi contoh yang baik kepada siapapun dalam menggunakan Bahasa Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar